Kamis, 22 November 2007

mengapa kita harus baca qur'an friend...

Suatu cerita yang baik untuk perenungan :

Seorang Muslim tua, Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu
pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg
masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja
makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya
dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’An
seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku
pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca
Qur’An?

Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang,
memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab,
” Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan
air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air
habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat
lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb
untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2
keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa
air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu
mengambil ember sebagai gantinya.

Sang kakek berkata, ” Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang
batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup,” maka sang kakek pergi ke
luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.

Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin
menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya,
air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah. Sekali lagi sang
cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri
kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi.

Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!”
“Jadi kamu pikir percuma?” Jawab kakek.

Kakek berkata, ” Lihatlah keranjangnya. “
Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya
menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda.
Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini
bersih, luar dalam.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur’An. Kamu tidak
bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi,
kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup
kita.”

gagasan anak adm negara-M. Fajri

- Penataan sistem pendidikan sesuai jati diri, tujuan pendidikan indonesia diarahkan kemana. SDM manusia Indonesia harus cerdas dan dicerdaskan
- Revolusi pendidikan baik sistem, kurikulum maupun manusianya hanya ada satu solusi, hanya ada satu kata, hanya ada satu kebijakan dan hanya ada satu inovatif yang harus diambil ”CHANGE now or never”
- Berubah, rubah semua sistem, rubah semua kesimpangsiuran, rubah semua yang tidak terletak pada haknya.
- Kembalikan kepada yang haknya yang hakiki kembalikan nilai ruh pendidikan itu sendiri

mengapa Indonesia seperti ini?

- Disini mungkin teman –teman terlalu optimis, terlalu bersemangat, saya hargai itu namun yang terlupa adalah bahwa sesungguhnya liberalisasi pendidikan adalah konsekuensi dari globalisasi. Hal ini dibuktikan oleh ahli yang filmnya ditayangkan diawal pelatihan.
- Dari sana permasalahan intinya di temukan. Bahwa hubungan luarnegri , kriteria teori Independensia benar-benar berlaku dan ketergantungan negara dunia ketiga tidak lagi bida ditoleransi terhadap negara maju. Maka hubungan inilah yang harus di advokasi. Bagaimana caranya kita berani menentang inimidasi negara. Negara maju dan mampu secar swadaya. Hal inilah yang perlu dipikirkan dan di advokasi.
- Untuk langkah berikutnya kita akan merumuskan suatu langkah menjamin hubungan yang lebih sehat dengan negara-negara maju. Sehingga bargainning power yang kita punya setidaknya mampu mencegah intimidasi .Sehingga eksistensi bangsa Indonesia kembali diakui.
- Kita dipermainkan oleh negara – negara. Kita sebagai negara tetapi kita tidak ada pendirian lihat kurikulum orang maju kita ikuti. Tapi sekarang kita bingung sendiri putar sini putar sana dan akhirnya putar – putar.
- Sebenarnya masalah yang utama itu bukan kurikulum ( pendapat raya).Tapi yang perlu kita lihat dan perhatikan adalah orangnya.
- Orang yang mengajar.
Kita lihat saja,jika dosen itu bagus pasti banyak yang diajar. saya sekarang melihat kebawah.” sempat iri dalam hati ini karena kenapa,siswa-siswa sekarang sudah sangat maju.
Lihat saja SD …….
Ditempat saya SD IT itu sudah sangat maju,bayangkan saja waktu disana ada tantangan dari walikota ”barang siapa yang hafal 1 juz khusus anak SD maka ia akan diberi uang 1 juta dan akhirnya dikirimlah 10 orang dan yang terjadi 10 orang itu hafal semua.
- Kita itu sudah pintar dahulu, Nenek moyang kita saja sudah bisa belajar dari alam. Penemuan –penemuan itu bukan kita yang mewarisi malah orang lain.
- Spesifikasi itu yang paling penting

Maurits dalam eksplore gagasan di LKMA

Maurits Universitas Marwadewa Denpasar - Siapa biang kerok dari permasalahan pendidikan di Indonesia?
- Bagaimana solusi konkrit dalam membangun sistem pendidikan d Indonesia agar di masa depan menjadi lebih baik
- Solusi dan titik point bagi sistem SDM pendidikan , terutama guru karena kurikulum belum sempat dipahami akan tetapi sekarang sudah diganti
- Untuk mencapai kesuksesan solusi untuk pendidikan harus kepada siapa dan bagaimana cara menyampaikan solusi
- REVOLUSI SELALU MENGELUARKAN DARAH, APAKAH MAHASISWA SIAP UNTUK ITU???????????
- Sistem pendidikan harus dirubah demi kemajuan pendidikan di Indonesia
- Metoda penddikan secara global : SDM, Kurikulum dll
- Mahasiswa terlalu banyak perbandingan keluar negeri sedangkan keluar negeri aja belum pernah, trus bagaimana sistem/kurikulum pendidikan harus di rubah
- Sistem hanya bisa dirubah kalau saja kita yang ada disini bisa berada disana, dan tak mungkin akan bisa dirubah kalu kita tidak ada disana

orang bilang...

aseli kaget bgt waktu kita mau masukin proposal ke kepala LPM ada yang bilang gini ” suruh si ela aja yang nyerahin, trus biar dia nangis-nangis dekat bapak tu dan proposal kita di setujui “

kaget pas malam-malam di telp ”ela lagi dimana?” aku jawab ” dirumah” ”oow dirumah, saya pikir diluar, cm nge-cek aja”

se cengeng itukah gw?

sebandel itukah gw sampe perlu di cek?

one week at Banda Aceh...

one week journey to banda Aceh…i’m seriously in pressure

udah ngorbanin jadwal kuliah, tinggalin amanah2, ga cm gw tapi juga pendamping

one week i’m in fever…. orang bilang sich demam panggung…

and the show must goon, meski kaget…yach seharusnya giliran prayoga yang maju, tapi peserta nya sakit. nah dasar gw ga bisa di kagetin udah dech, kumat. i’m not satisfied with my opening presentation.

dan orang bilang, gw pasti stress

dan papa ma mama jadi panik nelponin gw mulu

dan pak syafri dosen pembimbing gw ikutan sibuk”duh..si cengeng yang satu ini…”gitu komen nya

dan semua orang bertanya….gmn kondisi gw…

one week at Banda Aceh...

one week journey to banda Aceh…i’m seriously in pressure

udah ngorbanin jadwal kuliah, tinggalin amanah2, ga cm gw tapi juga pendamping

one week i’m in fever…. orang bilang sich demam panggung…

and the show must goon, meski kaget…yach seharusnya giliran prayoga yang maju, tapi peserta nya sakit. nah dasar gw ga bisa di kagetin udah dech, kumat. i’m not satisfied with my opening presentation.

dan orang bilang, gw pasti stress

dan papa ma mama jadi panik nelponin gw mulu

dan pak syafri dosen pembimbing gw ikutan sibuk”duh..si cengeng yang satu ini…”gitu komen nya

dan semua orang bertanya….gmn kondisi gw…