akhir-akhir ini rasanya sangat berat. kolaborasi antara peningkatan load kerja + harap-harap cemas menunggu panggilan BKD + keinginan untuk sebuah Farewell Party yang tidak mewah tapi bermakna dan membekas di kenangan menciptakan tonase lebih dari hari-hari biasanya.
tapi sungguh, entah kenapa penyelesaian yang kucoba ambil malah rasanya lebih aneh lagi...yaitu mencoba santai dan meminjam sebanyak mungkin novel dari teman2.
tapi sungguh tak sia-sia, banyak pelajaran berharga terserak even dari sebuah novel. karena kata guru Bahasa Indonesia dulu, cerita fiksi adalah cerminan dari kehidupan sesungguhnya.
ada Cinta Adinda by Afifah Afra, mengajarkan bahwa penulis harus tegas dan kuat, meski harus memberi Sad Ending pada setiap kisah cinta lakon utamanya. Lakon utama wanita adalah sosok yang sangat berkarakter. tapi Afifah mampu menyampaikan kekuatan karakter itu dalam sosok bernama Adinda, perawat lugu, sederhana yang tidak banyak berdialog. amazing, Afifah benar2 amazing
Ada Pohon-pohon rindu by Dul. saya yakin seratus persen, bahwa Dul mencoba menerjemahkan kecintaannya pada alam ke dalam sosok lakon utama wanita bernama Andi Masniar. Dul patut mendapat apresiasi greenpeace, karena mengkampanyekan misi green peace dengan cara yang tak biasa. sarat pesan moral tanpa membawa agama.
ada The Chosen Prince by Risma B. Mantap...beginilah cara mengkampanyekan feminisme dengan cara berbeda. Feminisme adalah paham yang cukup populer belakangan ini, tapi risma mampu menterjemahkan kedalam sosok lakon utama novel ini seorang wanita berkarakter kuat, teguh pendirian, dan memegang kendali atas dirinya sendiri tanpa melanggar pakem-pakem kewajaran bagi seorang wanita. sungguh karakter yang luar biasa.
Ada Dalam Mihrab Cinta nya kang Abik, terutama pada novelet mahkota cinta. seperti biasa kang abik hadir dengan lakon yang melakoni kerasnya hidup di negeri orang demi mendapatkan ilmu. awesome...untuk kesekian kalinya kang Abik melecut semangat pemuda bangsa untuk meletakkan ilmu diatas prioritas yang lain, karena ilmu dapat mengangkat derajat.
Ada rasa yang tak biasa...
benar keseharian lakon-lakon dalam novel adalah cerminan keseharian dalam kehidupan nyata. beragam kisah Roman pun diulang dekade demi dekade, sejak Romeo & Juliet dibukukan, hingga Ketika Cinta Bertasbih menjadi fenomena. sungguh menakjubkan, tapi tak lebih menakjubkan dari pengarangnya sendiri. bagi saya, mereka yang begadang dibelakang komputer sembari mengarang lakon dan cerita adalah orang-orang yang luar biasa.
ada rasa yang tak biasa...
Mengarang adalah hantu yang terus hidup dalam kepala ini, dan merengek minta di realisasikan. sayang sampai saat ini baru sebatas mengarang postingan di blog yang baru dapat di lakukan. ada rasa yang tak biasa setiap kali membaca novel, bahwa suatu saat, harus ada barang satu cetakan yang ada namaku di sampul depannya.
1 komentar:
dtunggu novelnya ya kak,hehe semangat..
Posting Komentar